Renungan Akhir Tahun

 d74f489591136ecc0fd586fa6958ca50.jpgHari ini, Senin 31 Desember 2007. Usia tahun 2007 akan berakhir dalam hitungan jam. Sejenak berhenti dan merenungi apa yang telah terjadi selama tahun 2007 ini. Januari 2007, teringat pada sebuah perjuanganku untuk mendapatkan beasiswa erasmus mundus. Memili- milih program yang kiranya sesuai dengan diriku. Ada 3 pilihan, FAME, Mamaself dan EMM Nano. Setelah dipertimbangkan dengan matang2, akhirnya hanya nama Mamaself yang semakin menguat dihatiku. Hanya dengan pertimbangan, 1 tahun program master terus berharap bisa dapat PhD.
Bulan Februari, masih dalam rangka mengejar Mamaself. Deadline tanggal 15 Februari. Tes Toefl berulang kali, dari ITB ke BLCI dan EF supaya dapat score 550. Akhirnya dapat juga score itu disaat-saat kritis. Kalo tidak salah itu adalah 8 Februari. Aplikasi dikirm lewat email. Terus mau mengirim berkas lewat airmail, kondisi keuangan udah tidak mencukupi. Ya Sudahlah, akhirnya berkas itu disimpan rapat2 di dalam laci dan tidak sempat untuk dikirimkan. Sudah pasrah, sepertinya kesempatanku akan datang tahun depannya lagi. Sebuah sesal, sebuah kecewa, namun ketika mengingat bahwa Allah SWT lah yang telah mengatur kehidupan ku ini. Sekuat tenaga aku berusaha, kalo Allah tidak meridhoi, tidak akan terjadi pula. Beberapa hari, setalah tanggal 15 Februari rasa-rasanya sangat tidak menyenangkan. Dan ada sebuah pelajaran waktu itu, hal yang paling menyakitkan adalah ketika hilangnya harapan dan mimpi…. Dan doa yang terucap pada saat itu adalah, semoga Allah mengganti lelah ini dengan sempurna, semoga ada keindahan di hari-hari berikutnya. Amiin
 

Maret, masa- masa kritis lagi. Kesempatan wisuda berlalu, dan aku tidak tau kenapa tidak ada kesedihan sama sekali. Bagiku, wisuda hanya sebuah seremonial belaka. Dan aku menyadari sepenuhnya bahwa kehidupan akan dimulai lebih berat lagi ketika selepas dari Sabuga. Aku lebih memilih memiliki jalan yang pasti setelah wisuda, daripada berjalan dalam ketidakpastian.

April, situasi keuangan makin menggenaskan. Menerima kontrak untuk mengajar lagi di Comlabs ITB sebagai instruktur web desain. Mulai lupa dengan Erasmus Mundus. Tidak tau perkembangan aplikasi yang ku kirim ke Mamaself. Ya sudah lah…
Mei, hari- hari bersejarah itu adalah 24. Pukul 5 sore di Comlabs ITB setelah selesai mengajar web desain. Iseng- iseng liat email dan sebuah subject berjudul : Your Mamaself Application. Pada saat itu gak ngeh apaan seh, karena udah lupa sama sekali dengan Mamaself yang telah didaftarin. Dan ketika dibuka : JRENG :
Dear Mamaself applicant,
We are very much pleased to announce you that we got a first official 
statement from the agency in Brussels. They stated us that all 
students proposed by us will get the grant of 21.000 Euros, including 
you. We have not yet get the letter with your name which you need to 
ask for a visa, but this will follow in the next days as promised by 
Brussels. Concerning your visa we have at present the opinion that you  
should apply for four countries: France, Germany, Italy (and 
Switzerland) simultaneously. This will enable you to freely choose 
during the summer school the country in which you will spend your 
master thesis. Another point is that you will use large scale 
facilities in different places, including PSI in Switzerland.
For the visa application procedure we will send you a help file 
together with the official letter.
Please confirm us that you received this mail,
More information soon,
Best wishes, Werner Paulus
 
Ketika dibuka di email yahoo dan gmail semua sama. Bahkan dikirim dua kali untuk memastikan ketertarikan ku. Ya Allah Ya Rabbi, keajaiban apa ini. Oh betapa indah janji-Mu kepada hamba-hambanya yang sabar. Alhamdulillah, engkaulah Maha Mendengar dan Mengetahui… 
Juni, Juli tugas akhir untuk menyelesaikan program java ku dikebut habis-habisan. Juli tanggal 13 admission letter pun nyampe. Hari-hari serasa berjalan begitu cepat lagi.
Agustus , Seminar dan Sidang dan lagi- lagi 24 Agustus. Semua selesai, walau tidak sempurna, tetapi itulah pencapaian terbaik ku. Satu urusan selesai, dan urusan lainnya telah menuggu. Hup, waktu-waktu bermain-main telah habis.  Kesibukan baru mencari visa di Italy, France dan Germany.
September, persiapan keberangkatan dengan tujuan Paris untuk menuju Rennes. 9 September bertepatan dengan 1 ramadhan, sampai juga di daratan Eropa. Kisah kehidupan baru dimulai, dan semua tantangan membentang didepan mata.
Oktober, November dan Desember kehidupan di kota Torino. Hidup baru, suasana baru bertemu teman dari Indonesia, India, Bangladesh, Russia, Ukraina, dan Serbia. Sejak pertama kali di Eropa, sudah berapa kali aku merasa sedih dan gembira. Kehidupan terus berputar, yang lalu semakin jauh tertinggal. Saat ini aku hanya ingin melihat ke depan. Segala kesedihan di masa lalu telah terkunci rapat, dan akan kulupakan begitu saja. Dan semua kebahagiaan di tahun 2007 ini, semoga menjadi kenangan yang akan selalu mengenangkan ku pada cinta, kasih sayang, perjuangan, pengorbanan, pilihan-pilihan hidup serta cahaya yang senantiasa Allah berikan padaku. Ya Allah, berikan kekuatan pada hamba-Mu yang lemah ini. Tunjukkan jalan yang Engkau ridhoi…. Tanpa-Mu aku tidak akan pernah menjadi seperti ini. Terima kasih ku kepada-Mu oh Tuhan Sang Pencipta.
Renungan Akhir Tahunultima modifica: 2007-12-31T03:15:00+00:00da afan137
Reposta per primo quest’articolo